Suara.com – Aktor peran Indro Warkop menggandeng Orkes Moral Pengantar Minum Racun ( OM PMR ) berkolaborasi dalam proyek musik terbarunya, ‘Silaturasa’. Rencananya, mereka akan menyanyikan lagu-lagu lawas milik Warkop DKI.

Keputusan lelaki 60 tahun ini memilih OM PMR sebetulnya bukan alasan. Indro Warkop mengaku sudah sejak lama bekerjasama dengan grup legendaris.

Indro Warkop dan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (24/1/2019).Indro Warkop dan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (24/1/2019).

“Hubungan kami dengan PMR itu, jadi gini PMR sendiri, dibentuk nama PMR karena Warkop. Dari zaman siaran tahun 1977, mereka sudah gabung sama kita baik dipanggung atau siaran,” ujar Indro Warkop di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (24/1/2019).

Ide berkolaborasi sendiri berawal ketika OM PMR sering nongkrong di rumah Indro Warkop. Dari situlah, pemain Gila Lu Ndro! ini kepikiran buat kembali bermusik.

“Pada akhirnya iseng-iseng niat gabungin dulu. Ya kadang kumpul di rumah nyanyi bareng lagu Warkop yang dulu. Tiba-tiba ada market,” kata Indro Warkop.

“Gue nggak kuat kalau gabung (menjadi member tetap OM PMR). Jadi yasudah aku mau bentuknya featuring. Tapi ya nggak selalu kita terus bareng. Tapi ada beberapa tempat yang membutuhkan feat Indro Warkop kita bareng. Ya kita utamakan lagu-lagu yang dibawakan saat sama Warkop,” sambungnya lagi.

Indro Warkop dan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (24/1/2019).Indro Warkop dan Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (24/1/2019).

Tidak cuma lagu-lagu Warkop DKI, bapak tiga anak itu juga mengatakan tembang hits OM PR juga akan dinyanyikan.

“Ya kita belajar jugalah. Hampir semua dulu yang hits sama PMR, kita akan bawakan lagi,” tutur Indro Warkop.

Seperti diketahui, deretan lagu yang akan dibawakan beberapa di antaranya ‘Ngobrol di Warung Kopi’, ‘Andeca Andeci’, ‘Burung Kakatua’ hingga ‘Malam Jumat Kliwon’.