Suara.com – Oka Antara , Chicco Jerikho dan Rio Dewanto ikut terlibat dalam film Foxtrot Six . Chicco dan Oka menjamin film bergenre drama action ini bakal memberi kepuasan bagi penonton Tanah Air.

Salah satu yang menarik, Foxtrot Six bekerja sama dengan seorang  produser asal Amerika, Mariso Kassar. Nama Mariso Kassar cukup terkenal di Hollywood berkat karyanya seperti film Terminator dan Rambo, yang sukses di tahun 1990-an. Sedangkan untuk sutradara dipercayakan di tangan Randy Korompis. 

“Ini kolaborasi Amerika dan Indonesia. Ditenggerai oleh Mario Kassar dari Amerika dan dari Indonesia ada Randy Korompis, dan temen-temen lainnya,” kata Oka Antara bersama Chicco Jerikho, saat datang ke kantor Suara.com, di kawasan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019). 

Film Foxtrot Six akan dipenuhi dengan berbagai efek CGI dan VFX yang sangat berbeda dengan film nasional yang pernah menggunakannya. Uniknya efek-efek tersebut dibuat oleh tangan-tangan asli orang Indonesia yang telah berkarier di luar negeri yang ikut membuat film Walking Dead dan Life of Pi.

“Film ini dikerjakan oleh anak-anak bertalenta semuanya dari Indonesia, VFX dan CGI,” tutur Oka Antara. 

Foxtrot Six (MD Pictures)Foxtrot Six (MD Pictures)

Sementara sutradara Randy Korompis, meski namanya masih terdengar asing, namun ia merupakan seorang sutradara yang bertalenta.

“Ini sutrada action baru dan sangat berbakat. Tambah lagi visi dan misinya tentang film SGI yang temanya serba futuristik dan terus mendapatkan support dari orang-orang Indonesia,” jelas Oka Antara. 

Bahkan pengalaman sang sutradara  dalam membuat film di rumah-rumah produksi Hollywood ternama, membuat Oka Antara dan Chicco Jerikho mau bergabung terlibat di film yang akan tayang pada 21 Febuari 2019. 

Rio Dewanto di film Foxtrot Six. (MD Pictures)Rio Dewanto di film Foxtrot Six. (MD Pictures)

“Dia (sutradara) sudah lama kerja di Disney, Pixar negerjain film Walking Dead, Justice League, segala macam. Jadi terciptalah untuk membuat film Foxtrot Six,” lanjut Oka Antara.

“Tidak menjual act, tapi cerita story telling juga, jadi bukan hanya gedebag gedebug. Tapi ceritanya dramatis tapi nggak di-drama-dramain,” timpal Chicco Jerikho. 

Selain Oka Antara dan Chicco Jerikho, film nasional berbahasa Inggris itu juga turut dibintangi oleh Rio Dewanto, Verdi Solaiman, Arifin Putra, Mike Lewis, Julie Estelle, dan Cok Simbara.