Suara.com – Tya Arifin bersyukur film Preman Pensiun yang dibintanginya mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia.

“Awalnya tidak menyangka seantusias begitu penonton terhadap Preman Pensiun. Pastinya Tya bersyukur sekali, Preman Pensiun masih di hati penonton di Indonesia,” kata Tya Arifin di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat beberapa hari lalu.

Tya pun berharap jumlah penonton film Preman Pensiun terus bertambah. Dia memastikan, buat penggemar serial Preman Pensiun tak akan menyesal menonton versi filmnya.

“Sama-sama kita bernostalgia kembali mengingat serial televisinya. Pasti nggak bakalan menyesal kalau ditonton,” kata dia.

Sejumlah pemain Film Preman Pensiun berpose saat berkunjung di kantor Redaksi Suara.com, Jakarta, Selasa (8/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]Sejumlah pemain Film Preman Pensiun berpose saat berkunjung di kantor Redaksi Suara.com, Jakarta, Selasa (8/1). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Bagi Tya, kesuksesan film yang disutradari Aris Nugraha itu merupakan hasil kerja keras semua pihak yang terlibat, mulai dari pemain hingga para kru. Namun, dia bilang cerita yang ringan namun sarat pesan jadi salah faktor utama kesuksesan.

“Cerita Preman Pensiun memang ringan dan mudah diterima masyarakat serta dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jadi penonton tidak perlu berpikir berat. Di situ hebatnya Om Aris Nugraha, bisa membuat satu cerita yang ringan tapi punya konflik yang greget,” ujar Tya Arifin menuturkan.

Dalam film Preman Pensiun, Tya Arifin berperan sebagai Kinanti, anak dari Kang Bahar (almarhum Didi Petet). Meski ayahnya sudah tiada, namun ia masih menjalin komunikasi dengan mantan anak buah sang ayah.