Suara.com – Pagi Pagi Pasti Happy menerima sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI ) berupa teguran tertulis menyangkut tayangan mereka pasca tsunami Selat Sunda .

Seperti dikutip Guideku.com dari laman resmi KPI, program tersebut didapati melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI.

BACA JUGA: Kompak Maksimal, Begini 5 Foto Liburan Hijrah Squad di Palembang

Nuning Rodiya, selaku Komisioner KPI Pusat, mengatakan bahwa program yang ditayangkan pada 7 Januari 2019 silam tersebut menampilkan wawancara dengan dua anak laki-laki.

Kedua anak merupakan korban tsunami Selat Sunda dan mereka diminta untuk menceritakan ulang kronologi kejadian tsunami.

BACA JUGA: Harmonis Banget, Begini 5 Foto Liburan Glenn Alinskie dan Keluarga di Eropa

”Program siaran itu tidak boleh mewawancarai anak-anak dan atau remaja berusia di bawah umur 18 tahun mengenai hal-hal di luar kapasitas mereka untuk menjawabnya, seperti bencana yang menimbulkan dampak traumatis,” ujar Nuning.

Pagi-Pagi Pasti Happy Kena Sanksi KPI (instagram.com/kpipusat)Pagi-Pagi Pasti Happy Kena Sanksi KPI (instagram.com/kpipusat)

Tak hanya itu, pelanggaran tersebut pun dikategorikan sebagai pelanggaran atas kewajiban program siaran melindungi kepentingan anak.

Kendati demikian, sanksi berupa teguran tertulis yang dilayangkan KPI ke program ‘Pagi-pagi Pasti Happy’ ini dianggap kurang oleh warganet.

BACA JUGA:┬áVIDEO: Polisi Peluk Anak Kecil Korban Tsunami, ‘Adek Harus Kuat’

”Tindak dong, jangan tegur mulu…,” komentar salah seorang warganet.

”Pak SP saja sepertinya tidak cukup @kpipusat,” tulis warganet lain.

”Diberi sanksi udh brp kali, enggak sekalian aja di stop programnya, bukan program mendidik juga,” ungkap warganet lainnya.

BACA JUGA: Bikin Ikutan Lapar, Ini Dia 5 Vlogger Kuliner Paling Hits di Indonesia

Perlu diketahui pula, ini bukan pertama kalinya acara talkshow tersebut mendapat teguran dari KPI.

Bagaimana menurut Anda?

GuideKu.com/Amertiya Saraswati